Posts Tagged ‘Wisdom’
Dapat salam dari D’Massiv, katanya “Tak ada manusia yang terlahir sempurna..”
Kebetulan juga Yaya lagi baca buku The Story of Edgar Sawtelle yang ditulis oleh David Wroblewski.
Satunya lagu, satunya buku. Tapi isinya sama-sama membahas tentang kesempurnaan/ketidaksempurnaan manusia.
Buku Edgar Sawtelle ini isinya tentang seorang anak yang terlahir “gak sempurna” karena dia bisu. Jadi dari kecil ngomongnya pake sign language. Walaupun Edgar ini bisu, dia itu pinter banget bantuin bokapnya mengurus anjing-anjing peliharaan keluarganya..dari mengurus emak anjing yang mau melahirkan, melatih anak anjing sampe mengurus hal-hal detil bisnis peranjingan keluarganya.
See..Tuhan adil banget.
Menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya.
Mungkin Yaya masih belepotan kalau dapet tugas bawain Company Profile di Training, tapi kalau diminta jelasin dalam bentuk tulisan lebih mahir.
Kebalikan sama Daeng,
yang masih rada malu-malu nulis di blognya ![]()
tapi kalau OTOin grupnya, jago bangeet daah.
Atau kayak Fitri..
yang kadang-kadang masih jumpalitan bagi waktu antara ngerjain kerjaan kantor sama ngurusin order grupnya ![]()
tapiii..harus diakui, Fitri ini orangnya tenang banget deh kalau berhadapan sama model panikan kayak Yaya (kecuali bulan ini yaa bu..pengecualian).
Tiap orang emang berbeda..
tiap orang punya isi otak yang beda..
tiap orang akan memberikan reaksi yang beda terhadap 1 peristiwa.
Bukan perbedaannya yang penting, tapi bagaimana kita menyikapi sebuah perbedaan itu. Apakah kita memilih mencibir orang yang fisiknya “agak beda” dengan kita atau kita milih untuk menyukai kepribadiannya yang baik?

Kalau ingin membunuh orang yang tidak kamu sukai, tidak perlu pakai pisau yang tajam, keris atau bahkan senjata api. Cukup hadiahkan orang itu dengan kata-kata yang tajam dan menyakitkan.
Selamat, kamu berhasil membunuh orang tersebut.
Beberapa hari belakangan ini, aku begitu merasakan kebenaran kalimat di atas. Tadinya, aku berusaha menghiraukan omongan-omongan orang yang kukira hanya ingin menjatuhkan mentalku saja. Yaah hitung-hitung ujian mental, pikirku. Kemudian kujuga berusaha untuk menanggapinya dengan kepala dingin.
Kan, kata orang bijak..air susu jangan dibalas dengan air tuba. Tidak usahlah kita ikut-ikutan menebar emosi kita di atas emosi orang lain. Teriakan jangan dibalas dengan teriakan pula.
Gak tau ya, mungkin aku menganut paham “biarlah orang berkata tidak benar tentang aku, toh InsyaAllah keluargaku dan orang-orang terdekatku lebih tahu tentang aku yang sebenarnya..” Walaupun paham itu terkadang membawaku ke dilema, harus menghadapi segalan omongan yang tidak benar itu..atau membiarkan waktu yang menjawab mana yang benar dan mana yang salah?
Ada perkataan seorang ibu yang menyejukkanku. Ibu itu berkata, “ini Indonesia nak, jadi apa salahnya kita bicara pake kepala dengan membaca, memahami dan berpikir sekaligus pake hati. Biar tak saling menyakiti apalagi pake tuduh-tuduhan personal yg nyelekit.”
Alhamdulillaah aku tetap berkepala dingin sampai detik ini. Tetap tersenyum dan..air tuba yang kuterima, tetap berusaha kubalas dengan air susu.
*Yaya reposting from her previous blog in Dec 17, 2005
Assalamualaikummm..Good morning…
Semalam sempet gak bisa tidur, sambil dengerin If Love Is Blind keinget omongannya Mbak Dea waktu D’Retro kemaren siang. Mbak Dea pernah sediih bangeet waktu orangtuanya mau pinjem uang tapi Mbak Deanya lagi punya sama sekali. Trus inget lagi sama omongannya Pak Deni, Sang Diamond: kalau beliau juga sampe pernah ngemis ke orang waktu bapaknya mau operasi, karena dia sendiri sama sekali gak ada uang.
Hiks denger ceritanya Pak Deni..denger ceritanya Mbak Dea..
rasanya hati trenyuhh banget, really..bukan so’ drama queen, tapi kalau kita udah punya alasan jelas..punya keinginan yang begitu besar..punya Kenapanya kita masing-masing..
kenapa ya kita masih suka enggan jalaninnya? (sambil nanya ke diri sendiri??–>jawab donk Yaaa!!).
Intermezzo dikiiit, waktu kemaren OTO sama Mr.Ganteng, trus kan cerita kalau punya Leader yang levelnya turun. Cuman dibilang gini: “gak penting jatuhnya, yang penting gimana caranya supaya bisa bangkit lagi.”
Kalaupun Leader kita jadi males sekarang, dulunya rajin. Kita harus bisa nanya ke dia kenapa jadi males. Intinya gimana kita bisa ngajak dia ngobrol tanpa harus ngejudge dia. Mungkin kita gak tau impian semua Leader di jaringan kita sendiri, tapi at least kita tau mereka juga punya impian.
Betul..betul..betul
Seperti Daeng yang pengen punya minimal 7 juta sebulan (eh lebih ya Deng? hehe).
Seperti Fitri yang lebih seneng sama Rayyanya di rumah.
Seperti Mia yang ingin mempercantik rumahnya.
Seperti Mbak Mita yang selalu ingin dekat-dekat dengan kedua kembar cantiknya.
..dan seperti impian Leader-leader tercintaku yang lain.
atau seperti impian Yaya yang pengen punya sepatu hitam, yang saking pengen afirmasinya tiap ke toko sepatu selalu mengelus-elus sepatu hitam sambil ngomong: “Sabar, InsyaAllah bentar lagi yaa.”




