Archive for February, 2010
Rabu, 17 Februari 2010..
Jam 2.15 pagi..
Inna lilllaahi wa inna ilaihi rojiun
Waktu serasa berhenti untuk aku, saat nafas mama berenti untuk selamanya.

Saat menyentuh badan mama dan memandikannya..
Saat memakaikan kain kafan putih di seluruh tubuhnya..
Seperti lagi berjalan tidur
semua terjadi begitu cepat
Tiba-tiba aku sudah semobil dengan mama di ambulan menuju rumah..
Yaya selalu yakin InsyaAllah mama akan sembuh dan pulang ke rumah..
Dan Allah menjawab semua doaku..mama sembuh pulang ke rumah walau dengan jalan yang berbeda.
Ikhlas InsyaAllah sudah pasti
walau jujur kadang berharap ini lagi mimpi..eh tapi ga boleh yaa. Ikhlas tanpa ada tapi.
Rabu, 17 Februari 2010..
Jam 2.15 pagi..
Betapapun menyakitkannya
Yaya mengucapkan “Assalamualaikum mama,
Mama selalu ada di hati Yaya..”

*I’m 30 years old but yesterday I felt like I was seven again..
Haiiii, Yaya masih ada lhooo
Seperti biasa masih sempet InsyaAllah buat menulis
walaupun kesibukan mendera (cieee..).
Kemarin saat hati lagi bete sempat dapat wejangan dari Daeng (buat yang belum tau, Daeng itu kakakku). Daeng bilang gini:
“Ya, kalau kamu bantuin orang itu harus tulus. Masalah orang nantinya malah ngomongin kamu ini itu, biarin aja. Cukup kamu dengarin, tapi jangan dimasukin hati. Karena kalau semuanya kamu masukin hati, kamu pikirin..kamu gak akan merasa bahagia.”
Tadi pagi juga baca di timeline Twitternya Maylaffayza:
“don’t fake cheerfulnesss. Be real, even in sufferings we can find joy. That’s the beauty of happiness”
Maksudnya ya jadi diri sendiri aja, jangan memaksakan diri jadi orang lain. Meliat orang lain kok bawaannya seneng terus, trus kita mau ikutan seneng terus juga..yaa gak bisa juga kan? karena setiap orang akan selalu mengalami masa ups and downs di kehidupannya.
Tapi kita juga jangan terlalu larut sama masalah kita.
Kalau katanya Gobind:
Masalah itu bukanlah suatu masalah tapi bagaimana kita melihat suatu masalah itulah yang menjadi masalah..




